Fakta + Sejarah Ujian Nasional

Assalamualaikum Wr.Wb

Pembaca yang budiman, mumpung lagi liburan UNAS nih saya akan posting tentang fakta sekaligus sejarah Ujian Nasional. Ujian Nasional merupakan tolak ukur penentu kelulusan siswa apakah lulus atau tidak? Nah, Program pemerintah yang satu ini nih sering mengundang kontroversi bagi kalangan pakar pendidikan. Nah, denger denger juga nih ada yang mewacanakan bahwa Ujian Nasional akan dihapus. Apa saja fakta maupun sejarah dari Ujian Nasional ini. Langsung saja, berikut ulasannya…

Sejarah UNAS

Dahulu, Ujian Nasional ini menjadi penentu kelulusan bagi sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Pada tahun 1950 hingga 1960, nama yang dipakai dalam ujian ini adalah Ujian Penghabisan. Soal-soal yang dikerjakan oleh dinas terkait berbentuk essay. Lalu terjadi perubahan pada tahun 1965 hingga 1971. Saat itu, Ujian Penghabisan diganti namanya menjadi Ujian Negara. Sama halnya dengan Ujian Penghabisan, Ujian Negara juga dibuat oleh Departemen Pendidikan. Ujian Negara sempat mendapat ‘kemudahan’ pada tahun 1972 hingga 1979, pemerintah membebaskan kelompok sekolah atau setiap sekolah untuk melakukan ujian kelulusan mandiri. Tetapi, tak lama kemudian muncul EBTA dan EBTANAS (Evaluasi Belajar Tahap Akhir Nasional) yang berlangsung paling lama dari tahun 1980 hingga 2001.

EBTA dan EBTANAS

EBTA (Evaluasi Belajar Tahap Akhir) merupakan ujian yang diberlakukan untuk mata pelajaran yang berada di luar pelajaran yang di EBTANAS kan. Sementara, EBTANAS (EBTA Nasional) merupakan ujian dari mata pelajaran yang standarnya nasional, misalnya seperti Matematika, PPKN, Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SD. Perbedaan EBTA dan EBTANAS juga dapat dilihat dari pembuat soalnya. Jika EBTA yang membuat soalnya adalah provinsi (lokal), sedangkan EBTANAS yang membuat soalnya langsung dibuat oleh Depdiknas di tingkat nasional untuk Seluruh Indonesia.

EBTANAS sempat berganti nama kembali menjadi UAN (Ujian Akhir Nasional) selama 3 tahun yaitu tahun 2002 hingga 2004. Dan kemudian berganti nama lagi menjadi UN atau UNAS (Ujian Nasional) sampai sekarang. Nah, kalau dahulu standar kelulusan hanya ditentukan oleh EBTANAS atau UAN saja, tetapi lain kalau sekarang, ujian sekolah juga mempengaruhi lulus tidaknya siswa. Nah, dari tahun ke tahun juga standar nilai kelulusan terus meningkat. Awalnya 3,25 hingga sekarang 5,5

Mereka yang tidak setuju dengan UNAS rata-rata mengkritik waktu ujian yang sebentar untuk mengevaluasi proses belajar selama 3 tahun (SMP dan SMA) serta 6 tahun (SD). Nah, belum lagi pula fakta mengenai Ujian Nasional terkendala masalah logistik dan keterlambatan pembagian soal.

Oke,Semoga Bermanfaat guys…πŸ˜€

Wassalamualaikum Wr.Wb

 

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s