Tidur Siang Yang Menyehatkan Badan

Assalamualaikum Wr.Wb

Pembaca yang budiman,

Bobo’ siang? Telinga kita mungkin langsung berdiri mendengar kata itu. Wait a minute! Ini bukan BBS (Bobo Berdua Siang) yang dilakukan pasangan ‘tak halal’ dengan mencuri waktu istirahat siang di tempat kerja, tapi BS (Bobo’ Siang) beneran yang dilakukan sendirian …

Sekitar 30 – 40 tahun yang lalu, kebiasaan tidur siang masih berlaku di lingkungan masyarakat kita. Siang hari, sekitar jam 14.00 hingga jam 16.00, rumah orang tua saya akan sunyi senyap. Semua orang tidur. Anak-anak sudah pulang sekolah, ayah sudah pulang kantor, ibu sudah selesai dengan pekerjaan rumah tangga. Sore hari, kehidupan akan dimulai kembali. Semua anggota keluarga mengerjakan tugasnya masing-masing : anak-anak menyapu lantai dan halaman rumah serta menyiram tanaman, ayah membersihkan sepeda atau memperbaiki segala sesuatu yang rusak, ibu mempersiapkan makan malam. Sesudah itu semua mandi dan duduk bersama minum teh, kadang sambil menikmati pisang goreng atau ubi rebus, biasanya sambil bertukar cerita tentang apa yang dialami hari itu. Sore-sore demikian juga waktu yang tepat untuk melakukan kunjungan kepada famili dan handai taulan. Begitulah pola hidup tempo doeloe, yang sempat saya alami dan selalu menjadi kenangan manis.

Siesta adalah bahasa Spanyol yang berarti ‘tidur siang’. Kata ‘siesta’ berasal dari bahasa Latin hora sexta , yang artinya adalah ‘enam jam’. Maksudnya adalah enam jam sebelum tenggelamnya matahari, dengan kata lain waktu tengah hari atau ‘istirahat siang’. Dengan menyebarnya budaya Spanyol ke negara-negara Amerika Latin, maka siesta pun menjadi kebiasaan di negara-negara tersebut.

Selain di Amerika Latin, tidur siang juga menjadi kebiasaan di Filipina, China, Vietnam, India, Italy, Yunani, Kroasia, Malta, Timur Tengah, Afrika Utara, dan tentu saja, Indonesia.

Lukisan Gustave Courbet (1844) : nikmatnya tidur siang dalam ayunan di bawah pohon

Di Indonesia, kebiasaan tidur siang dibawa oleh para ambtenaar bangsa Belanda. Pada siang hari, ‘toean-toean’ pengawas onderneming akan pulang ke rumah untuk makan siang dan beristirahat. Sore hari mereka akan kembali ke perkebunan untuk melakukan inspeksi. Kebiasaan tidur siang juga dilakukan oleh para priyayi (Belanda maupun pribumi) yang bekerja di kantor pemerintah, seperti asisten residen, wedana, dan sebagainya.

Kebiasaan tidur siang ini dijumpai di negara-negara tropis, dimana pada siang hari udara menjadi sangat terik. Perut yang terisi penuh sesudah makan siang dan udara panas membuat orang menjadi mengantuk. Lagipula, udara yang sangat terik membuat tubuh terasa lesu, dan produktivitas menurun. Cara yang paling baik untuk mengembalikan kesegaran tubuh adalah dengan tidur.

Di China, tidur siang disebut xiuxi atau wushui. Hampir semua sekolah di China dan Taiwan menerapkan tidur siang selama setengah jam sesudah makan siang. Pada jam tidur ini, lampu-lampu dimatikan dan semua orang tidak diperbolehkan melakukan apa pun selain tidur. Beberapa kantor di Jepang juga memiliki ruangan khusus untuk tidur siang bagi para karyawan.

Selamat tidur sayang ….

Thomas Edison, Napoleon Bonaparte, Salvador Dali, Winston Churchill, Presiden Kennedy dan Ronald Reagan adalah tokoh-tokoh dunia yang dikabarkan memiliki kebiasaan tidur siang sejenak.

Benarkah tidur siang adalah kebiasaan baik yang menyehatkan? Beberapa ahli yang melakukan penelitian tentang tidur siang menyatakan setidaknya ada 5 manfaat yang bisa diperoleh tubuh kita dengan tidur siang.

Pertama, tidur siang meningkatkan produktivitas. Roger Broughton, seorang profesor neurologi dari University of Ottawa mengatakan bahwa tidur siang adalah kebutuhan tubuh setiap orang, baik mereka makan siang atau pun tidak. David Dinges, seorang peneliti tentang tidur dari University of Pennsylvania, menemukan bahwa tidur siang akan memperbaiki kewaspadaan dan kemampuan intelegensi seseorang, sehingga mereka akan bisa melakukan pekerjaan dengan lebih baik.

Kedua, tidur siang mengurangi stres. Penelitian menunjukkan bahwa risiko terkena serangan jantung bagi orang yang tidur siang selama 30 menit setiap hari akan berkurang sebesar 30 persen dibandingkan orang yang tidak pernah tidur siang.

Ketiga, tidur siang akan memperbaiki ingatan dan kemampuan belajar. Penelitian tentang ini dilakukan oleh Sara C. Mednick dari Harvard University. Ia melakukan penelitian terhadap sekelompok mahasiswa. Mahasiswa yang tidur siang terbukti mampu menjalani tes dengan lebih baik dibanding mereka yang tidak. “Tidur siang melindungi sirkuit otak over-use hingga neuron-neuron dapat melakukan konsolidasi dan membentuk memory tentang apa yang baru saja mereka pelajari” kata Robert Stickgold dari Harvard Medical School.

Keempat, tidur siang akan meningkatkan fungsi kognitif. Penelitian yang dilakukan oleh NASA menunjukkan bahwa tidur siang selama 30 – 40 menit akan meningkatkan kemampuan kognitif hingga 40%. Penelitian ini dilakukan terhadap ribuan sukarelawan, dan dibuktikan dengan tes intelegensia seperti tes IQ. Pengamatan melalui MRI yang dilakukan oleh Sara Mednick juga menunjukkan bahwa aktivitas otak akan terus menunjukkan performa yang bagus jika seseorang melakukan tidur siang.

Kelima, tidur siang akan memperbaiki kesehatan. Tidur siang sangat bermanfaat bagi fungsi jantung, pemeliharaan hormon, dan perbaikan sel-sel tubuh, masih kata Sara Mednick.

Bagi kita, khususnya yang hidup di kota besar dengan pekerjaan setumpuk, mungkinkah untuk tidur siang?

Waduh …. awas ngglundung, Pak!

Bagi yang beragama Islam, dan lingkungan tempat kerja menyediakan masjid atau mushola yang representatif, merebahkan tubuh sejenak sesudah sholat Dhuhur adalah kesempatan terbaik. Bagi eksekutif yang memiliki ruang kerja pribadi, menutup pintu, mematikan lampu, menggelar kasur lipat di sudut ruangan atau merebahkan diri di sofa, dan tidur tenang selama 30 menit akan cukup untuk membuat anda tetap produktif hingga jam enam sore.

Saya pernah merasa begitu lelah dan mengantuk pada suatu siang di kampus, padahal tidak ada tempat yang ‘aman’ untuk tidur (mushola kampus adalah ruangan terbuka), maka saya berbaring di jok belakang mobil yang saya parkir di bawah pohon rindang, dan tidur pulas selama satu jam. Saya tidak tahu, apakah ada mahasiswa yang iseng mengintip ke dalam mobil saya. Kalaupun ada, e-ge-pe lah ….. hehe … Kalau sekarang sih, saya bisa pulang ke Caty’s House yang cuma berjarak lima menit dari kampus.

Saat ini, karena sedang dalam status studi lanjut, saya dibebaskan dari tugas mengajar dan segala jabatan struktural. Saya menjadi orang yang ‘merdeka’ sepenuhnya, bebas mengatur aktivitas saya sehari-hari. Maka, kebiasaan menikmati siesta di masa kecil pun adakalanya muncul kembali. Tidur lelap 1-2 jam di siang, kadang sore hari, sungguh bisa mengembalikan kesegaran tubuh. Apalagi kalau malam sebelumnya asyik nge-blog hingga larut malam atau dini hari ….

Tidur dulu ah ……. zzzz …… zzzzz ……

Semoga Bermanfaat…

Wassalamualaikum Wr.Wb

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s