Bahaya Melupakan Al-Qur’an

Assalamualaikum Wr.Wb

Pembaca yang budiman, manfaat Al-Qur’an bagi umat manusia sangat besar. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa Al-Qur’an telah ditinggalkan bahkan oleh kaum muslimin sendiri. Akibatnya, umat manusia menghadapi berbagai problema yang tiada habis-habisnya. Dahulu yang melupakan dan meninggalkan Al-Qur’an adalah orang-orang munafik dan ahli kitab, namun kini kaum muslimin termasuk di dalamnya. Melupakan Al-Quran sama dengan menjauhkan diri dari fungsi dan manfaatnya, bahkan tidak menghormati kedudukannya. Akibatnya, akan mendatangkan berbagai bahaya yang disebut dalam Al-Qur’an sendiri, diantaranya :

Kesesatan yang nyata

Hukum yang ada dalam Al-Qur’an adalah petunjuk yang mencerahkan. Siapa yang tidak menggunakan Al-Qur’an sebagai petunjuk berarti menggunakan selainnya. Padahal petunjuk yang sebenarnya adalah petunjuk Allah.

Kesempitan dan Kesesakan

Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk mendapat petunjuk, Allah melapangkan dadanya. Sebaliknya, yang tidak mendapat petunjuk, dadanya akan terasa sempit menghimpit seakan naik ke ketinggian langit.

Kehidupan yang sempit

Siapa yang tidak mengikuti petunjuk Allah, maka kehidupannya pasti penuh permasalahan. Mengikuti petunjuk buatan manusia sama saja dengan menjerumuskan diri dalam kepentingan berbagai pihak sehingga akan terombang-ambing di antara kepentingan-kepentingan itu.

Kebutaan mata hati

Mereka tidak dapat melihat kebenaran Al-Qur’an bukan karena mata mereka buta. Kebutaan yang lebih parah adalah apabila mengenai hati. Orang yang mengalami kebutaan secara lahir mungkin saja mendapatkan kehidupan yang baik selama hatinya tidak buta.

Kekerasan hati

Di antara mukjizat Al-Qur’an adalah kekuatannya meluluhkan hati, sehingga orang yang kasar dan kaku pun menjadi lembut karenanya. Contoh yang sangat nyata adalah Umar Bin Khattab RA. Saat amarah, kebencian, dan permusuhannya berkobar-kobar justru beliau tersentuh oleh Al-Qur’an yang sedang dibacakan. Tidak tersentuhnya hati oleh Al-Qur’an adalah akibat sekat yang menjadikannya keras. Padahal bila sudah mengeras, hati lebih keras dibanding batu.

Kedzaliman dan Kehinaan

Meninggalkan hal yang bermanfaat dan menggantinya dengan kesesatan merupakan tindak kedzaliman terhadap diri dan orang lain. Kezhaliman semacam ini akan menyebabkan hilangnya kehormatan sehingga orang akan hina di mata Allah dan di mata manusia.

Menjadi teman setan

Setan akan senang apabila manusia meninggalkan Kitab suci Tuhan-Nya. Mengapa ? karena mereka akan menjadi teman yang loyal kepadanya.

Lupa diri

Akibat melupakan Allah, ia dilupakan Allah, padahal kepentingannya sangat tergantung kepada-Nya. Melupakan Al-Qur’an sama dengan melupakan diri sendiri. Hal ini akan menimbulkan bahaya yaitu kefasikan dan kemunafikan. Semua mengakibatkan kesengsaraan di dunia maupun di akhirat.

Pembaca yang budiman, semoga dengan ada bahaya melupakan Al-Qur’an ini, senantiasa kita untuk selalu menjaga Kitab Al-Qur’anul Karim sebagai pedoman, falsafah dan petunjuk hidup guna menuju hidup yang adil, sejahtera dan tak sia-sia. Hidup hanyalah sementara. Untuk itu, Al-Quran sangat berguna untuk penerang cahaya di hari kiamat dan kita mudah-mudahan dapat syafaat dari Allah SWT. AMINN….

SEKIAN WASSALAM……

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s