Najis Hukmi

Najis Hukmi artinya secara hukum keadaan seseorang dianggap bernajis sehingga wajib dibersihkan. Dalam menentukan hukum ini terjadi perbedaan pendapat ulama. Mazhab Hambali menyatakan bahwa Najis Hukmi merupakan keadaan yang mendatang terhadap sesuatu yang dianggap bersih sebelumnya. Karena adanya unsur luar yang melekat oleh sesuatu atau seseorang membuat dia dihukumkan bernajis. Dengan demikian, yang dianggap najis secara hukum itu adalah pemilik tubuh. Mazhab Syafi’i menyatakan Najis Hukmi adalah sesuatu yang keadaannya dianggap najis yang tidak mempunyai tubuh, yaitu tidak punya warna dan bau serta tidak berupa makanan (seperti kencing yang sudah kering). Mazhab Maliki menyatakan bahwa bekas Najis Hukmi adalah najis yang dihukumkan melekat pada tempat yang bersih. Sementara itu, Mazhab Hanafi menyatakan bahwa Najis Hukmi itu sifat syar’i (berdasarkan syarak) yang melekat pada anggota tubuh atau tubuh itu sendiri, yang membuat keadaan seseorang bernajis secara hukum (seperti berhadats besar atau kecil) hadats kecil misalnya ketika seseorang buang air kecil. Keadaannya dianggap bernajis secara hukum dan membersihkannya cukup dengan air seketika itu. Dengan demikian dia dianggap tidak bernajis lagi. Adapun orang yang berhadats besar adalah orang dalam keadaan junub, haid, dan nifas. Membersihkannya harus dengan mandi wajib. Barulah keadaannya dianggap bersih. Dengan demikian, sebenarnya seseorang dianggap bernajis secara hukum apabila ada unsur lain yang melekat  pada dirinya. Artinya, keadaan orang tersebutlah yang dianggap bernajis, sehingga antara lain ia tidak dibenarkan shalat sebelum keadaannya tersebut dibersihkan.

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s