Warisan Peradaban Romawi

Bangsa Romawi adalah bangsa yang bersifat terbuka terhadap kebudayaan luar. Peradaban Helienik (Yunani) dan Helienistik (campuran peradaban Yunani dan peradaban Timur) diadopsi, kemudian dikembangkan menjadi satu peradaban baru, Peradaban Romawi. Kebudayaan tersebut menjadi dasar bagi berkembangnya peradaban Barat modern, seperti di bidang hukum, bahasa, sastra, dan seni bangun atau arsitektur. Amati Colloseum berikut.

Di bidang arsitektur, peradaban Romawi memiliki keunggulan, seperti dalam teknik beton dan penggunaan lengkung bundar. Teknik pembuatan jalan dan waduk mereka diterapkan di negara-negara Eropa Barat. Sampai saat ini peninggalan-peninggalan tersebut masih berdiri dengan kokoh.

Di bidang sastra, peradaban mereka menghasilkan sastrawan besar seperti Cicero (104 – 43 SM) dengan pidato-pidato dan surat-suratnya, Virgil (79 – 19 SM) dengan puisi-puisinya mengenai Roma, Horacius (68 – 8 SM) menggambarkan kesederhanaan kehidupan di Roma pada awal pertumbuhannya, dan dramawan Rerencius dan Plantus yang mengembangkan karya-karya drama Helienik sehingga menjadi karya drama sebagai media hiburan. Sebagian pengetahuan kontemporer mengenai Romawi diperoleh dari karya sejarawan Livi (59 – 17 SM) yang menggambarkan awal pertumbuhan Romawi sampai berkuasanya Augustus.

Pengetahuan mengenai obat-obatan Helienik dikembangkan oleh Gulen (131 – 201 M) yang menjadi satu standar dalam pengobatan Romawi dan penerusnya. Didukung oleh tersebarnya Bahasa Latin, pengetahuan obat-obatan tersebut dipelajari oleh bangsa-bangsa lain yang mendapat pengaruh Romawi. Sekarang, pengetahuan mengenai obat-obatan, hukum, dan kedokteran ditulis dalam bahasa latin.

Bahasa Latin yang sering juga disebut Bahasa Romance menjadi dasar bagi berkembangnya bahasa Italia, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Inggris. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh kekuasaan imperium Romawi atas wilayah yang menjadi negara-negara yang memiliki bahasa tersebut.

Di bidang hukum, bangsa Romawi merupakan penyumbang terbesar bagi peradaban Barat dalam menegakkan keadilan. Konsep bahwa semua orang sama di depan hukum adalah konsep pertama yang dikembangkan bangsa Romawi. Penyiksaan yang sering dilakukan oleh penyidik untuk memperoleh pengakuan yang sekarang masih sering diterapkan di beberapa negara berkembang, sudah berabad-abad lalu dilarang di Romawi.

Hukum Romawi berkembang melalui proses sejarah. Hukum mereka mengatur mengenai hak dan kewenangan kaisar, keputusan-keputusan hakim, pemerintahan republik, aturan warga negara mengenai hak dan kewajibannya, dan lain-lain. Hukum Romawi pada prinsipnya adil dan manusiawi. Sebagai contoh adalah Kode Hukum Justianus yang pada abad 6 M menjadi dasar hukum negara-negara Barat sekarang. Kode Napoleon yang terkenal itu pada prinsip mengadopsi dari hukum Romawi, begitu juga dengan Hukum Kanon Gereja Katholik sekarang.

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s