Dinasti Shang dan Peradabannya (1500 – 1027 SM)

Dinasti Shang adalah dinasti kedua setelah Dinasti Hsia (2000 – 1500 SM).  Hanya sedikit data diketahui mengenai Dinasti Hsia, kecuali berdasarkan temuan-temuan arkeologis. Dinasti ini diperkirakan telah berhasil membangun jalan-jalan dan irigasi untuk rakyatnya.

Dinasti Shang merupakan dinasti Cina asli yang tumbuh dan berkembang di sekitar Lembah Sungai Kuning. Kawasan ini relatif aman dari serbuan bangsa asing. Kondisi ini memberi peluang lebih banyak bagi Dinasti Shang mengembangkan bentuk pemerintahan dan peradaban. Dinasti ini beribukota di Anyang yang terletak di sebelah utara Lembah Sungai Kuning.

Kota Anyang dan Chengchou merupakan dua kota tertua di Cina. Di kedua kota tersebut, Dinasti Shang telah mengembangkan sistem organisasi sosial yang baik. Masyarakat digolongkan secara sederhana menurut perannya. Penggolongan ini bukan sebagai kasta seperti pada bangsa Arya. Golongan berkuasa adalah kelas aristokrat yang dipimpin oleh raja bersama golongan  birokrasi yang mengatur pekerjaan dan kehidupan rakyat. Kekuasaan raja didukung oleh golongan ksatria yang berasal dari kaum bangsawan. Raja-raja dan golongan aristokrat memiliki budak dan mengontrol kehidupan petani yang berstatus setengah budak.

Meskipun berada di bawah kontrol golongan aristokrat, para petani mampu mengembangkan kehidupan agraris yang lebih baik. Pada masa ini, produksi sutra telah menjadi kegiatan ekonomi para petani. Para perajin juga mampu mengembangkan kerajinan perunggu yang banyak digunakan oleh golongan bangsawan sebagai perhiasan dan upacara ritual. Perunggu juga digunakan sebagai bahan pembuat senjata.

Pada zaman Dinasti Shang, tulisan mulai dikenal. Awal terciptanya tulisan Cina berkaitan denga kepercayaan yang dianut Dinasti Shang. Raja-raja Shang adalah juga pendeta yang sering memohon kepada dewa. Alat yang digunakan untuk meminta permohonan dan doa tersebut adalah tulisan gambar (pictograph) yang ditulis di permukaan tulang sapi. Tulisan tersebut lama-kelamaan berkembang dan digunakan oleh banyak orang pada generasi-generasi mendatang. Tulisan ini akhirnya bukan hanya menyebar di daratan Cina, melainkan juga ke Korea dan Jepang.

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s