Merasa Berdosa menjadi Blog Copas

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh….

Hai, semuanya. Semoga dalam keadaan baik-baik saja….

Kali ini Reyvanologi akan menceritakan tentang seluk beluk berdirinya blog aku dan cacian tentang blogku yang katanya “COPAS”. Aduh, beneran deh aku langsung berdegup jantungku.

Dan akhirnya dengan sedikit terpaksa meski tidak pernah ada yang memaksa saya harus ikut berkata Aku Malu Jadi Blogger Copas.

Saking malunya, sampai-sampai blog saya yang 90% isinya hasil copas harus disembunyikan dari khalayak ramai. Bukan karena takut di bilang copaser, ane lebih takut lagi jika disemprot pemilik asli tulisan tersebut.

Bicara masalah konten copy paste menurut saya pribadi cukup sensitif. Gelar copaser bagi sebagian blogger itu masalah, tapi bagi sebagian lainnya itu bukan apa-apa.

Sebenarnya definisi artikel copas pun masih menerawang. Maksud saya adalah, belum ada kesepakatan resmi artikel yang seperti apa yang disebut dengan copas.

Macam-Macam Blogger Copas Menurut Reyvanologi:

  1. Copas seluruh artikel (tanpa menyertakan sumber)
  2. Copas seluruh artikel (dengan menyertakan sumber)
  3. Copas sebagian artikel (tanpa menyertakan sumber)
  4. Copas sebagian artikel (dengan menyertakan sumber)
  5. Copy seluruh artikel, paste di translate baru di copas ke blog.

5 macam copaser diatas menurut saya yang paling sering diperbincangkan. Untuk yang nomor satu, okelah itu copaser murni. Lalu bagaimana dengan yang lainnya.

Yang ada di nomor dua, menurut saya dia seorang copaser, tapi copaser yang mengenal etika. Dia menyertakan sumber artikel agar pembaca mengetahui bahwa artikel yang sedang dibaca itu bukan tulisan asli si admin.

Yang sulit itu menilai yang nomor 3 dan 4, karena menurut saya pribadi dua orang itu kurang lebih sama. Sebagai contoh, saya menulis artikel kesehatan, ada kata-kata dari seorang dokter yang memiliki gelar atau sebutan yang cukup panjang. Daripada susah, saya rasa lebih mudah jika di copas saja. Apakah ini layak disebut copaser?

Lalu saya juga menulis artikel yang memuat kata-kata bijak. Contoh dari Mario Teguh. Daripada susah nulis ulang padahal hasilnya sama, maka saya pilih unuk copas saja, toh kita ingin memberikan informasi yang benar, jadi kata-kata tersebut tidak boleh dirubah. Apa ini juga copaser?

Apalagi untuk yang berada di urutan 5 (poin diatas). Ini biasa saya lakukan saat menulis artikel bola. Jadi saya dengan sedikit rasa malu, terpaksa saya harus mengaku bahwa sata seorang blogger copas.

Sebenarnya asih ada jenis lainnya dari seorang blogger copas, tapi 5 kandidat diatas saya rasa sudah cukup mewakili.

Pendapat Blogger Copas

Setiap orang bisa punya pendapat yang berbeda, demikian juga dalam hal blogger copas ini. Ada yang beranggapan ini merugikan. Karena kasihan sama pemilik asli artikel, sudah susah payah menulis, yang lain datang cuma numpang copas doang.

Saya Malu menjadi Blogger Copas

Ada lagi yang berangggapan justru ini membanggakan. Nah lo.. Menurut dia, artikel yang di copas menunjukkan artikel tersebut dinilai bagus dan berguna. Kalau tulisannya amburadul, kosa katanya sulit dimengerti, apalagi jika susunan kalimatnya loncat kesana loncat kemari, besar kemungkinan artikel seperti ini tidak akan di copas.

Alasan Jadi Blogger Copas

Sama seperti pendapat, alasan copas pun bisa beragam. Ada yang beralasan tidak bisa menulis bagus dan sebagainya. Alasan saya sendiri melakukan copas (di blog saya yang lain) adalah….

Blog saya yang isinya 90% hasil copas tersebut berisi lirik lagu dan kunci gitar. Alasan saya seperti tertulis diatas tadi. Ngapain susah-susah nulis kalau isinya sama saja. Apa saya harus merubah lirik lagu orang??? Dan itu juga saya terapkan di blog ini (untuk artikel yang berisi lirik lagu).

Jadi kenapa saya harus malu jadi blogger copas, sedangkan dalam kenyataannya saya memang seorang copaser, meski tidak sepenuhnya. Maka dengan berat hati, lagi-lagi saya terpaksa tanpa ada pihak yang memaksa, mencabut pernyataan bahwa “Aku Malu Jadi Blogger Copas

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s