Marah dalam Reyvanologi

Assalamualaikum Wr.Wb

Hai, sobat Reyvanologi. Gimana kabarnya, semoga dalam keadaan baik-baik saja. Baiklah, kali ini Reyvanologi akan membahas sebuah artikel yang berjudul “Marah dalam Reyvanologi”. Nah, pada kesempatan kali ini aku akan mencurahkannya semua tentang apa yang aku alami.

Baik langsung ulasannya….

Pernahkah Anda Marah? Pernahkah Anda Emosi? Pernahkah Anda mengeluarkan secuplik kata-kata kotor?

Semua itulah yang menyebabkan seseorang Marah dan berakibat Emosi dan Mengeluarkan Secuplik Kata-Kata Kotor yang membuat telinga bising.

Marah merupakan perasaan yang muncul karena berbagai hal :

1. Perbedaan Pendapat

2. Perbedaan Pandangan

3. Gangguan teman

4. Tersakiti

Dan masih banyak lainnya…

Memang Marah memiliki suatu dampak yang sungguh hebatnya bagi yang merasakan. Biasanya kalau sudah timbul terjadinya marah maka yang akan timbul biasanya adalah tidak mau melakukan sesuatu terhadap apa yang biasa ia lakukan.

Saat Marah mungkin anda mempunyai tanda-tanda tertentu saat marah. Berikut tanda-tandanya… :

1. Mata Melotot

2. Hentakan Kaki

3. Pamer gigi

4. Membanting sesuatu

Dan masih banyak tanda-tanda lainnya

Saya pun juga mengalaminya, bukan hanya kalian saja….

Suatu ketika di kelas…

Aku sedang mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru saat jam kosong. Kebetulan waktu itu lagi jam kosong adalah pelajaran Bahasa Indonesia. Saat aku mengerjakan dengan sangat seriusnya, sampai aku pun merasa begitu fokus dengan apa yang aku hadapi itu. Tiba-tiba aku digoda oleh temanku. Selalu aku yang kena batu mereka. Mereka pun hanya tinggal enak, Padahal akunya yang sakit hati. Yang menggoda itu memang tak punya perasaan. Aku aja yang digodai masak yang lain tidak. Emang kamu itu temannya cuma aku doang. Kan,tidak masih ada yang lain lagi sibuk main game dalam tanda kutip “Urusan Dunia”. Coba aja kamu yang digodain kayak gitu ternyata eh ternyata, Nggak mau kan…???. Tuh, makanya jangan menindas yang lemah. Memang tubuhku kecil, kurus kering, tak ada apa-apanya…Tapi lihat aja nanti waktulah yang akan menjawabnya dengan apa adanya.

Memang marah itu bisa menyerang segala usia. Tua, Muda, Besar, Kecil, semua merata di segala umur. Pokoknya Marah bisa kapan aja dan dimana aja dalam kondisi apapun jua.

Nah, ternyata Marah itu juga ada solusinya…

Memang setiap masalah pasti ada solusinya…

Kira-kira apa aja ya…

1. Saat marah cobalah untuk diam sejenak dan hitung secara perlahan sampai 10
Ketika sedang marah terjadi lonjakan adrenalin, karena itu penting untuk melatih diri sendiri dalam mengatasi lonjakan ini.

Ambilah napas panjang beberapa kali secara perlahan sambil menghitung sampai 10 (atau 50 jika memang perlu). Dalam kondisi tenang ini cobalah pikirkan kembali apa yang harus dikatakan atau dilakukan agar tidak menyesal nantinya.

2. Ambilah waktu untuk menenangkan diri
Cobalah mengambil waktu untuk membuat neurotransmitter di otak menjadi lebih tenang serta menurunkan tingkat stres yang ada. Kurangi stimulasi eksternal dari lingkungan sekitar, misalnya dengan meredupkan lampu, mendengarkan musik yang tenang atau melakuakn yoga untuk mengusir kemarahan dari dalam tubuh.

3. Jangan melampiaskan kemarahan secara terburu-buru
Pastikan seseorang sudah memiliki waktu yang cukup untuk mengetahui apa yang telah membuatnya menjadi marah. Usahakan untuk tidak melampiaskan kemarahan secara terburu-buru, karena hal ini tidak akan menyelesaikan masalah tapi justru bisa meningkatkan ketegangan di otak.

4. Jangan berusaha mengatasi kemarahan ketika tubuh sedang lelah atau sebelum tidur
Mencoba mengatasi kemarahan di malam hari bisa mengganggu waktu tidur dan menyebabkan insomnia, untuk itu lupakan kemarahan yang ada ketika malam hari terutama menjelang waktu tidur sehingga seseorang tetap bisa mendapatkan waktu untuk istirahat. Lakukanlah beberapa hal yang bisa membuat tubuh lebih tenang dan rileks sebelum tidur.

5. Melakukan olahraga ringan
Olahraga atau latihan fisik ringan seperti berjalan, jogging, berenang atau bersepeda adalah cara alami untuk mengurangi stres dan kemarahan. Hal ini karena saat berolahraga tubuh akan melepaskan zat kimia di dalam otak yang membantu seseorang untuk santai atau rileks, serta memberikan waktu untuk berpikir sehingga seseorang memiliki lebih banyak energi.

Mudah-mudahan aja saya melakukan solusi tersebut…

Sekian dari Reyvanologi…

Wassalamualaikum Wr.Wb

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s