Alat-alat Pertanian beserta Bahan untuk Pertanian

Apa kabar..? Pasti kalian dalam keadaan baik-baik saja. Kali ini Reyvanologi akan memberikan informasi yang sangat special. Kami menyadari bahwa posting kami ada yang copas. Terima kasih atas kritik dan sarannya dari teman dekat saya maupun pengunjung blog ini. Kami akan menyuguhkan posting tentang Alat-alat Pertanian. Memang kalian maybe belum tahu Alat-alat pertanian. So, langsung aja saya jelaskan. Berikut ini alat-alat pertanian beserta kegunaannya.

1. Jet Sprayer

Jet Sprayer disini gunanya untuk penyemprotan jangka luas, bisa juga untuk penyiraman.

2. Soil Cultivator

Soil Cultivator digunakan untuk penggemburan tanah dan membuat bedengan. Karena dengan geernya yang tajam, Insyaallah bedengan anda jadi dan tanah menjadi gembur.

3. Gerobak

Gerobak pasti tidak asing di telinga kalian. Gerobak memang ada berbagai jenis. Tapi disini gerobak yang satu ini gunanya untuk transportasi pertanian saat ini.

4. Backpack Sprayer

Backpack Sprayer maybe juga sudah tahu. Biasanya para petani saat ini telah menggunakannya. Backpack Sprayer digunakan untuk penyemprotan pengendalian hama.

5. Injeksi Sprayer

Injeksi Sprayer digunakan untuk suntikan hama dengan ukuran jarak daun.

6. Brush Cutter

Brush cutter ini pasti kalian sudah tahu. Itu loh alat yang digunakan untuk memotong rumput. Caranya dengan didorong sesuka hati kalian.

7. Water Sprayer

Bedanya dengan Injeksi Sprayer, pada Water Sprayer ini berguna untuk suntikan yang bentuknya liquid atau cair dan untuk pemupukan juga mantap.

8. Gembor

Nah, benda yang satu ini sudah tahu bukan. Benda ini adalah Gembor. Memang Gembor itu mempunyai ukuran yang berbeda. Ada yang kecil bahkan mendekati besar juga ada. Gunanya juga berbeda. Kalau yang gembor kecil gunanya untuk penyiraman pada persemaian. Sedangkan yang besar berguna untuk penyiraman setelah tanam.

9. Sedluc Tray

Sedluc Tray ini digunakan untuk persemaian siap pakai dan tahan lama.

10. Landakan

Digunakan untuk pembersihan rumput pada tanaman padi

11. Takeron Farm

Digunakan untuk persemaian melindungi sinar matahari karena pembakaran benih yang baru tumbuh.

12. Garu

Digunakan untuk pengolahan tanah manual.

13. Cangkul

Sama dengan Garu yang gunanya untuk pengolahan tanah manual.

14. Sabit/Arit

Digunakan untuk memotong rumput serta padi.

15. Pestisida Organik

Pestisida ini insyaallah dijamin 100% alami dari bahan-bahan kimia. Karena ini pestisida yang ramah lingkungan.

16. Meteran

Digunakan untuk pengukuran luas lahan secara praktis. Memang meteran ada jenisnya bermacam-macam. Tetapi yang digunakan untuk petani agar praktis adalah meteran dorong ini. Karena secara otomatis meteran ini langsung menemukan angka bila alat ini didorong.

17. Plastik Musa

Digunakan untuk melindungi tanah dari kelembaban.

18. Musa

Digunakan untuk memantulkan cahaya dan mengusir hama.

19. Soil Ph Meter

Soil Ph Meter ini digunakan untuk mengukur PH Tanah. Umumnya, kriteria tanah adalah:

1. Ph dari 1 sampai 5,5 digolongkan kedalam tanah kering

2. Ph dari 5.6 sampai 8 digolongkan kedalam tanah netral

3. Ph dari 8-14 digolongkan kedalam tanah basah

20. Thermo Hygrometer

Thermo Hygrometer digunakan untuk mengukur kelembaban udara.

21. Altimeter

Altimeter digunakan untuk mengukur ketinggian suatu tempat.

22. Sprinkler

Digunakan untuk penyiraman tanaman otomatis. Biasanya digerakkan dengan cara berputar-putar. Dipasang pada lahan pertanian yang maybe cukup luas. Dengan bantuan selang maybe bisa bergerak alat ini.

Nah sekarang untuk Bahan :

1. Petrobio

Bahan Petrobio :

Spesifikasi:
Mikroba penambat N : Acinetobacter baylyi
Pseudomonas resinovorans
108 cfu/g
108 cfu/g
Mikroba pengurai P : Aspergillus niger 106 cfu/g
Warna : Kecoklatan
Bentuk : Granul
Manfaat / Kegunaan:
Mengefektifkan penggunaan pupuk an-organik khususnya N dan P
Meningkatkan ketersediaan hara N dan P dalam tanah sehingga meningkatkan hasil panen
Keunggulan:
Mekanisme pelepasan unsur hara mulai aktif jika terjadi kontak antara mikroba bahan aktif dengan tanah
Berbentuk granul sehingga mudah dalam aplikasi dan efektif membantu penyediaan hara tanaman
Sangat ramah lingkungan karena dibuat dari bahan alami
Cocok untuk semua jenis tanah dan tanaman
Dikemas dalam kantong kedap air sehingga mutu terjamin

2. EM4

Teknologi EM pertama kali dikembangkan oleh Prof. Dr. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus, Jepang pada tahun 1980. EM merupakan kultur campuran dari mikroorganisme fermentasi (peragian) dan sintetik (penggabungan) yang bekerja secara sinergis (saling menunjang ) untuk memfermentasi bahan organic. Bahan organic tersebut berupa sampah, kotoran ternak, serasah, rumput dan daun-daunan. Melalui proses fermentasi bahan organic diubah kedalam bentuk gula, alcohol dan asam amino sehingga bisa diserap oleh tanaman. Dewasa ini Teknologi EM telah diterapkan secara luas dalam bidang pertanian, kehutanan, pengolahan limbah dan kesehatan.

Teknologi EM di Indonesia telah dimasyarakatkan kepada petani sejak tahun 1993, setelah dilakukan usaha-usaha penelitian dan pengujian dalam skala terbatas oleh lembaga penelitian swasta dan universitas dari tahun 1990 sampai 1993. Usaha pemasyarakatan Teknologi EM di Indonesia pada awalnya diprakarsai oleh yayasan Indonesian Kyusei Nature Farming Societies, yaitu sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang penelitian dan pengembangan pertanian akrab lingkungan yang berkelanjutan dengan masukan biaya rendah.

3. Urine Kelinci

Tahukah anda, bahwa urin kelinci merupakan urin kelinci yang terbaik dibandingkan urin sapi dan kambing ???

Banyak peternak yang belum mengetahui hal ini, bahkan banyak urin kelinci di peternak dibiarkan hilang atau bahkan dibuang sia sia, pada hal kalau mengetahui, pasti akan memburunya.

Untuk memanfaatkan urin kelinci menjadi pupuk yang berguna, ada cara termudah untuk membuatnya. Langkah yang perlu dilalui adalah :

  1.  Ambil Urin kelinci dari tempat penampungan urin di kandang kemudian disaring, masukkan urin telah disaring dalam drum atau ember yang tertutup
  2. Biarkan urin dalam drum atau ember mengendap selama empat hari yang di tutup rapat. Tutup ember diberi lobang yang di beri selang, kemudian selang dimasukkan dalam air (ember kecil yang diisi air, tujuannya adalah untuk menghindari bakteri lain masuk, tetapi oksigen tetap masuk.
  3. setelah empat hari, berilah GMP pada urin tersebut dengan ukuran lima belas liter urin diberikan satu tutup botol .
  4. Setelah itu ditutup rapat lagi, dimana selang tetap terpapang. biarkan selama  seminggu, lihatlah  hasilnya dan cium  bau  urin kelinci itu, beda kan ??
  5. Urin siap disemprotkan ke tanaman, bisa tanaman sayuran, tanaman padi, tanaman buah buahan dan tanaman tahunan (kelapa, mangga dan lainnya).

4. Dolomite

Dolomit adalah mineral yang berasal dari alam yang mengandung unsur hara magnesium dan kalsium berbentuk tepung dengan rumus kimia CaMg(CO3)2.

Pertama kali batuan dolomit di dipaparkan oleh mineralogis Perancis bernama Deodat de Dolomieu pada tahun 1791 di daerah Southern Alps di tempat terdapatnya. Kini pegunungan tersebut disebut dolomit. Pada saat Dolomieu menjelaskan bahwa batuan dolomit adalah seperti batu gamping, tetapi mempunyai sifat yang tidak sama dengan batu gamping, pada saat diteteskan larutan asam batuan dolomite tidak membuih. Mineral yang tidak beraksi tersebut dinamakan dolomit. Kadang-kadang dolomit disebut dengan dolostone.
Pada dasarnya keterjadian dolomit dengan rumus kimianya  CaMg(CO3)2disebabkan proses leaching atau peresapan unsur magnesium dari air laut ke dalam batu gamping. Proses berubahnya mineral mejadi dolomit disebut dolomitisasi. Dan ada juga dolomit yang di endapkan dengan tersendiri sbagai evaporit. Dan secara jenis batuan dolomite merupakan batuan sedimen.
Dan dalam hal kegunaannya dolomite digunakan digunakan untuk bahan refraktori, pupuk, pengisi cat, bahan imbuh (flux) dalam industri peleburan serta pemurnian. Keterdapatan dolomite di Indonesia cukup melimpah dan daerah yang memiliki keterdapatan dolomit yaitu Tamiang Hulu (Aceh), Socah (Madura), serta daerah-daerah di Jawa Timur.
5. Aminover Planta
Berguna untuk mempercepat pertumbuhan kecambah dalam waktu 6 jam dengan harga 100.000
6. Aminover
Berguna untuk Nutrisi Organik sang tanaman.
7. Pupuk Subur Lestari
Dari kotoran ayam fermentasi.
8. Pestisida Organik
Ada bermacam-macam pestisida organik berdasarkan hama yang diserang pada tanaman tersebut :
1. Insektisida gunanya untuk tanaman yang diserang oleh serangga.
2. Fungisida gunanya untuk tanaman yang diserang oleh jamur.
3. Bakterisida gunanya untuk tanaman yang diserang oleh bakteri.
4. Nematosida gunanya untuk tanaman yang diserang oleh gulma.
5. Akarisida gunanya untuk tanaman yang diserang oleh tungau dan kutu.
6. Rhodentisida gunanya untuk tanaman yang diserang oleh tikus dan burung.
By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s