Teppanyaki di Meja Sendiri

Biasanya, di restoran Jepang, teppanyaki mengacu masakan yang digoreng dengan sedikit minyak di atas wajan datar selebar meja yang diawaki oleh seorang koki, dan para tamu – sekitar 6-10 orang – duduk mengitari meja itu. Bila kita hanya berdua, kita harus rela bergabung dengan tamu lain di meja teppanyaki itu.

Tetapi, di Pepper Lunch, teppanyaki-nya disajikan individual. Setiap orang mendapat satu hotplate (teppan) kecil yang sudah dipanaskan, dengan makanan di atasnya. Pada suhu yang masih panas, semua makanan itu dicampur menjadi satu, sehingga menjadi sajian yang siap dimakan.

Contohnya, Beef Pepper Rice disajikan dengan semangkuk nasi di tengah teppan. Nasinya ditaburi lada hitam, segumpal mentega, dan butiran jagung rebus. Irisan daging mentah ditata mengitari nasi. Semua ini kemudian diaduk menjadi satu, sehingga nasinya berubah menjadi seperti nasi goreng, dan semua irisan dagingnya matang. Bila diperlukan, tersedia garlic soy sauce dan honey butter sauce untuk membuat masakan tambah gurih dan asin. Hampir semua sajian “berakhir” mirip nasi goreng yang sungguh lezat.

Para pramusaji selalu siap membantu mereka yang kurang trampil “memasak” sajian di atas teppan. Beberapa televisi layar lebar di situ juga terus-menerus menampilkan panduan cara “memasak” teppanyaki.

Harga per porsi antara Rp 33-77 ribu – bergantung pada jenis lauk yang dipesan. Yang paling murah adalah Chicken Pepper Rice, dan yang paling mahal adalah Loin Steak. Sebetulnya ada lagi porsi besar yang lebih mahal, yaitu Big Ribeye Steak (Rp 90 ribu), untuk mereka yang baru terpuaskan dengan porsi yang mantap.

Selain ayam dan daging sapi (semuanya impor dari Australia dan New Zealand), juga tersedia menu sosis, salmon, dan belut (unagi). Selain nasi lada hitam, juga ada pilihan spaghetti.

Favorit saya di sini adalah Juicy Cut Steak (Rp 55 ribu). Daging loin diiris tipis (sekitar 100 gram), telur ayam, tauge, jagung, dan buncis. Porsinya pas untuk saya. Bahkan, saya tidak memerlukan nasi yang disajikan bersama pesanan ini. Untuk kategori fast food, Pepper Lunch jelas sekelas di atas yang lain. Layanannya cepat, harganya pantas, dan kualitas sajiannya di atas rata-rata.

Pepper Lunch juga menyediakan tiga jenis salad (Rp 18 ribu), yaitu: Spicy Tuna, Sesame Chicken, dan Seaweed. Juga tersedia es krim sebagai pencuci mulut (Rp 9 ribu) dengan citarasa Matcha (teh hijau), Kuromitsu (karamel), dan Goma (wijen).

Selain di Plaza Senayan, Pepper Lunch kini hadir di Mal Taman Anggrek, Plaza Indonesia, Gandaria City, Paris van Java (Bandung), dan Plaza Tunjungan (Surabaya). Gerai mini-nya disebut Pepper Lunch Express, hadir di Senayan City, Emporum Pluit Mall, Mal Kelapa Gading, Puri Indah Mall, dan Galaxy Mall (Surabaya). Waralaba ini ternyata juga telah banyak dijumpai di kawasan Asia. (Bondan Winarno)

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s