Lawan Malta, Italia Kembali ke Formasi Andalan

Pelatih Italia, Cesare Prandelli, menyatakan tidak akan meremehkan Malta yang akan menjadi lawan skuadnya dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup B, Selasa (11/9/2012). Ia pun berencana kembali menggunakan formasi 4-3-1-2, yang dipakai di Piala Eropa 2012.

Prandelli sebelumnya memakai formasi 3-5-2 saat berjumpa dengan Bulgaria di pertandingan perdana, Jumat (7/9/2012). Taktik itu dinilai tidak cocok karena “Gli Azzurri” hanya meraih hasil imbang 2-2.

“Kami akan kembali dengan empat orang di barisan pertahanan. Malta akan bermain dengan satu striker, jadi tidak ada gunanya kami bermain dengan tiga bek di jantung pertahanan,” ungkap Prandelli seperti dilansir Football Italia.

Malta, yang dilatih oleh pelatih asal Italia, Pietro Ghedin, berada di peringkat ke-139 dunia. Meski demikian, Prandelli menegaskan, skuadnya tetap akan fokus dan tidak meremehkan lawannya tersebut.

“Tidak akan mudah menang dengan banyak gol (lawan Malta). Saya menghormati lawan kami ini karena mereka adalah tim yang seimbang. Saya ingin menang dengan beberapa gol, tetapi juga penting untuk menemukan semangat dalam beberapa pertandingan kami,” kata Prandelli.

“Mungkin, ketika melawan Bulgaria, kami seharusnya menyiapkan segala sesuatunya dengan berbeda. Saya ingin belajar dari pengalaman ini,” tutur Prandelli.

“Saya ingin melihat pertandingan dengan penguasaan bola yang diikuti umpan-umpan pendek. Kami akan mencari beberapa keunggulan kami di lini tengah lapangan,” lanjutnya.

Prandelli mengatakan, dia juga akan melakukan sejumlah perubahan komposisi pemain, dengan memberi kesempatan bagi penyerang muda AS Roma, Mattia Destro, yang akan diplot menggantikan Sebastian Giovinco.

“Daesto adalah striker modern. Dia tidak mempunyai posisi yang tetap. Dia dapat bermain di hampir sepertiga lapangan,” kata Prandelli.

“Di Bulgaria, performa Giovinco tidak terlalu buruk seperti yang orang bilang. Dia bermain kurang optimal karena kami bermain lambat. Saya percaya padanya. Cepat atau lambat, kualitasnya akan terlihat,” lanjutnya.

Italia kini berada di peringkat ketiga klasemen sementara dengan satu poin atau tertinggal dua angka dari Armenia di puncak. Sementara itu, dua tim kuat lainnya, Denmark dan Ceko, mengikuti di peringkat keempat dan kelima.

“Ini adalah grup yang sulit. Denmark dan Ceko tim yang sangat baik. Namun, masih sangat dini untuk mengetahui apakah jika mendapatkan poin di Sofia ini, kami akan berpengaruh (di Grup) atau tidak,” tutup Prandelli.

By reyvanologi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s